TEMA

Sub-tema
2

Upaya Mengurangi Kesenjangan Daerah Tertinggal Dan Perbatasan

Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, terdapat 122 kabupaten yang termasuk dalam kategori daerah tertinggal. Sebagian besar daerah tertinggal tersebut berada di wilayah timur Indonesia. Daerah tertinggal, kawasan perbatasan negara dan pulau-pulau kecil terluar pada dasarnya memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, namun masih banyak penduduknya yang belum menikmati manfaat pembangunan akibat keterisolasian dan terbatasnya akses terhadap layanan publik dan peluang ekonomi. Strategi untuk mengembangkan daerah-daerah ini perlu didasarkan pada potensi unggulan wilayah serta mempertimbangkan karakteristik sosio-kultural yang spesifik di wilayah tersebut.

Kendala yang dihadapi dalam pembangunan daerah perbatasan, kepulauan terluar dan daerah tertinggal, antara lain: rendahnya akses ke pelayanan dasar; rendahnya kapasitas sumber daya manusia; terbatasnya akses ke lembaga keuangan, pasar, dan aktivitas ekonomi; rendahnya aksesibilitas dan konektivitas wilayah ke pusat-pusat pertumbuhan; kurangnya pemahaman tentang menejemen aset dan sumber daya alam secara berkelanjutan; serta kurangnya perhatian pada karakteristik sosial dan budaya lokal.

Terlepas dari berbagai upaya yang sudah lama dilakukan untuk membangun daerah-daerah tersebut, masih terdapat kesenjangan yang cukup tinggi antara daerah maju dengan daerah tertinggal, kawasan perbatasan negara dan pulau-pulau kecil terluar. Kebijakan asimetris apa yang diperlukan dalam mendorong pembangunan daerah dan membantu mengurangi kesenjangan tersebut?

Submisi terbuka untuk makalah dengan topik-topik berikut:

  1. Paradigma pembangunan yang mempertimbangkan karakteristik sosial dan budaya daerah.
  2. Peningkatan kemampuan (life skilldan penerapan teknologi tepat guna berbasis komunitas di daerah terpencil.
  3. Perbaikan mutu dan pemerataan pelayanan pendidikan, kesehatan, sanitasi dan air bersih, serta perumahan.
  4. Inovasi untuk meningkatkan inklusi keuangan dan pengembangan pasar.
  5. Peningkatan kualitas serta akses transportasi dan telekomunikasi.
  6. Strategi untuk menguatkan perdagangan lintas batas di kawasan perbatasan negara.
  7. Inovasi untuk manajemen aset dan sumber daya alam yang berkelanjutan.