Sub-tema
8

Meningkatkan Kualitas Modal Manusia

Bagaimana Indonesia dapat meningkatkan kualitas modal manusianya? Kebijakan dan program apa yang dibutuhkan untuk mengatasi kesenjangan keterampilan, meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan, dan meningkatkan akses ke jaminan sosial?

Terlepas dari pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil di tahun-tahun belakanganini, manfaat dari pertumbuhan tersebut belum dinikmati oleh semua orang Indonesia. Ada kesenjangan yang signifikan dalam akses ke layanan publik berkualitas, termasuk kesehatan, pendidikan, infrastruktur dasar, air bersih dan sanitasi, khususnya di luar Jawa. Kesehatan buruk dan pendidikan berkualitas rendah berdampak pada kualitas dan produktivitas angkatan kerja Indonesia.

Meningkatkan kualitas modal manusia adalah fokus utama dari Nawa Cita Pemerintah saat ini. Program-program seperti Indonesia Pintar, peluncuran skema jaminan kesehatan universal, dan bentuk-bentuk bantuan sosial lainnya bermaksud untuk meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan orang Indonesia sepanjang hayat. Meningkatkan produktivitas dan daya saing juga merupakan fokus yang penting, tetapi kesenjangan dalam pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan terus ada dan banyak pekerja, khususnya di sektor informal, masih berada dalam kondisi rentan. Menjawab berbagai tantangan ini adalah prasyarat bagi peningkatan produktivitas.

Sub-tema ini mendalami:

  • Kebijakan dan program untuk mengatasi kesenjangan dalam keterampilan dan pendidikan, meningkatkan angka kelulusan perguruan tinggi, dan meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan;
  • Meningkatkan investasi layanan kesehatan dan pendidikan di daerah perkotaan, tempat pekerja terkonsentrasi
  • Meningkatkan akses pada layanan kesehatan dan pendidikan di wilayah perdesaan, untuk memperkuat modal manusia dan mendorong pembangunan ekonomi lokal;
  • Strategi untuk meningkatkan akses dan partisipasi dalam skema jaminan sosial, termasuk BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.