Kekeringan adalah salah satu musuh besar petani, khususnya di dusun saya. Selama bertahun tahun kekeringan menjadi ancaman bagi banyak petani di kampung saya, termasuk bapak kandung saya.
Lalu, pada November 2011, saya menginisiasi pembangunan mini dam untuk menjadi sarana perlawanan terhadap ancaman kemarau yang sudah sangat sering mengganggu petani.
Karena sulit dan mahalnya ongkos pembangunan sarana pertanian, pembangunan yang dirancang baru terlaksana pada awal 2016
Sumber pendanaan sepenuhnya berasal dari pengumpulan secara kekeluargaan.
Saat ini, mini dam telah membawa petani sekitarnya terbebas dari ancaman dan bahaya musim kering bagi tanaman mereka. Meningkatkan produksi pertanian hingga 35%, bahkan pada panen akhir tahun 2017, semua petani sekitar mini dam mencapai kenaikan produksi panen hingga 100%, bahkan ada yang sampai 120%. Hal tersebut berdambak baik dalam urusan kesejahteraan petani.
Hasil pertanian yang lebih baik dari sebelumnya juga berdampak pada dana pembangunan kepentingan sosial yang dikelola masyarakat sekitar, seperti perintisan jalan dengan lebar 8 meter, pendidikan keterampilan hidup, sosialisasi bahaya Narkoba.
Saat ini kami juga sedang mencari jalan terbaik untuk bisa menjajaki kerjasama dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan agar kedepan, semua petani anggota memiliki perlindungan sosial, jaminan hari tua, perlindungan kematian dan biaya pemakaman. Semoga ada jalan bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan
Selain itu, keberadaan mini dam dengan kedalaman utama mencapai 4 meter, telah menjadi sumber nutrisi baru yang menghasilkan ikan air tawar yang segar, alami dan murah.
Hal lain yang dapat diraih petani adalah hilangnya keraguan untuk menamam palawija (sayuran, jagung, kedelai, kacang ijo, dll) karena keberadaan mini dam membuat mereka tidak ragu lagi terhadap musim yang hujannya tidak menentu
Sebelumnya, banyak petani enggan menanam palawija sambil bertani padi, sebab tanaman palawija rentan terhadap musim.