• Rakhma Nugraheni
    Rakhma Nugraheni
    Nama saya Rakhma Nugraheni, lahir di kabupaten Purbalingga, saat ini berumur 19 tahun. Pendidikan yang sedang ditempuh S1 Sosiologi Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto Jawa Tengah.
Ideas

Pengembangan Batik Ecoprint: Meretas Kemiskinan Berkat Dedaunan

2019
Pengembangan Batik Ecoprint: Meretas Kemiskinan Berkat Dedaunan

Batik Ecoprint

Usaha Mikro Kecil dan Menengah saat ini keberadaanya nyaris tidak terlihat. Padahal jika diperhatikan lebih dalam, UMKM merupakan bibit utama dan yang paling mendasar bagi calon sebuah usaha besar. UMKM di Indonesia mungkin jumlahnya tidak terhitung, namun yang mampu berkembang dan menembus pasar global hanya beberapa. Memang bukan hal mudah untuk mampu bersaing dengan pasar global, diperlukan ide dan inovasi yang mampu memenuhi permintaan pasar dan selain itu diperlukan juga dukungan dari segenap pemerintah dan masyarakat. Hal tersebut sangat diperlukan untuk keberlanjutan sebuah UMKM, dengan adanya ide dan inovasi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar maka secara tidak langsung produk yang akan dihasilkan dari ide tersebut akan senantiasa dibutuhkan dan tetap eksis.

Dengan adanya dukungan pemerintah dan masyarakat sangat membantu untuk membangun kepercayaan pasar atas produk yang dihasilkan memang layak untuk dipasarkan, bentuk konkret dari kepedulian mereka adalah berani menggunakan produk yang dihasilkan dari tangan-tangan kreatif pekerja UMKM. Ide dan inovasi bisa didapatkan dimanapun dan kapanpun, namun untuk merealisasikannya butuh keberanian dan keyakinan, kembali lagi pada hakikat UMKM sebagai jantung perekonomian yang dapat meretas kemiskinan di daerah yang mengembangankan UMKM tersebut, memang meretas kemiskinan yang dimaksud bukan skala besar, namun akan sangat membantu dalam hal pembangunan terutama daerah tertinggal.

Indonesia sendiri adalah negara yang besar dan kaya akan keberagaman flora dan faunanya. Sebagai bentuk penghargaan terhadap kekayaan alam Indonesia, seharusnya masyarakat mampu mengeksplor sekaligus menjaga kestabilan alam. Dengan kondisi alam Indonesia yang istimewa ide dan inovasi UMKM yang sangat cocok yaitu sebuah produk fashion berupa batik ecoprint. Sebagai identitas batik sudah tidak asing lagi, namun banyak yang merasa jika memakai batik hanya untuk orang tua, atau sekadar kostum untuk berkondangan.

Batik ecoprint ini merupakan salah satu jenis batik yang metode pembuatannya memanfaatkan pewarna alami dari tanin atau zat warna daun, akar atau batang yang diletakan pada sehelai kain, kemudian kain tersebut direbus. Untuk pemilihan kainnya sendiri harus yang berasal dari serat alami agar warna yang dihasilkan dari tanin daun mampu meresap sempurna dan tahan lama, dengan kain dan bahan warna alami akan mengurangi resiko kesehatan seperti alergi, bahkan pencemaran lingkungan dari proses pembuatan. Daun yang digunakan dapat ditemui hampir diseluruh Indonesia sebagai ciri khas flora Indonesia, seperti kayu secang, akar dan daun mengkudu, daun jati, daun jarak, serta daun ketapang.

Batik ecoprint sendiri sudah banyak ditemui diluar wilayah negara Indonesia yang artinya hal ini bukanlah ide baru, namun bahan yang digunakan jauh berbeda, seperti zat warna yang diperoleh dari besi berkarat, daun maple, daun indigo, dan daun eucalyptus. Berbeda dengan Ide yang ditawarkan tersebut, yang lebih menonjolkan flora yang hidup di Indonesia. Produk fashion yang dapat dibuat memiliki banyak varian seperti pakaian, scraft, tas, bahkan blangkon (penutup kepala khas Jawa Tengah). Dari berbagai produk yang dihasilkan tersebut, dengan keunikan motif batik yang diperoleh khas  dedaunan alam Indonesia, akan menambah aksen kekayaan nusantara sekaligus memperkenalkan keberagaman di Indonesia. Produk batik ecoprint dapat dipasarkan secara offline maupun online, agar dapat bersaing dengan pasar global produk yang dihasilkan tentunya harus dikenalkan melalui ecommerce internasional seperi Alibaba, Amazon, dan Ebay, hal tersebut akan membantu pengembangaan UMKM yang mampu berdaya saing karena batik ecoprint sendiri memiliki nilai jual yang menjajikan guna membanntu mengatasi kemiskinan tanpa harus merusak alam.


Komentar
--> -->