• Hidayah
    Hidayah
    Perencana Muda diBarenlitbangda kota Sawahlunto,ibu dari 2 orang putra
Ideas

Pembangunan Penuh Inovasi Ala Sawahlunto

2018
Pembangunan Penuh Inovasi Ala Sawahlunto

Sawahlunto Internasional Songket Carnival 2017

Sawahlunto merupakan salah satu kota di Sumatera Barat. Kota yang dahulunya adalah pusat tambang batu bara yang dikuasai oleh Kolonial Belanda, merupakan daerah maju pada masanya. Akan tetapi setelah habisnya pasokan batu bara, Sawahlunto hampir menjadi kota yang hampir mati. Akan tetapi pada tahun 2000 dengan visi “ Kota Sawahlunto, Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya” menjadikan kota ini bangkit kembali tanpa mengandalkan batu bara lagi melainkan mengupayakan sektor wisata.

Inovasi yang dimulai oleh almarhum Amran Nur  dan di lanjutkan oleh Ali Yusuf semakin menggerakkan roda perekonomian Kota Sawahlunto. Tingkat kemiskinan yang pada tahun 2004 adalah 5,73% pada tahun 2017 turun menjadi 2,01 %. Tingkat kemiskinan Kota Sawahlunto terendah kedua se Indonesia setelah Tanggerang Selatan. Program 'Sapu Bersih Kemiskinan' yang dijalankan dengan mengintervensi penduduk miskin dengan berbagai macam program dari organisasi perangkat daerah yang ikut turut serta mengurangi tingkat kemiskinan di Kota sawahlunto. Begitu pula dengan Program Kampung Produktif. Program ini semakin mengurangi tingkat kesenjangan yang ada di Kota Sawahlunto. Indeks gini yang sebelumnya pada tahun 2012 adalah 0,392  pada tahun 2017 indeks gininya adalah 0,299.

Pemerintah Kota Sawahlunto dalam tata kelola pemerintahannya tidak terlepas dari “INOVASI TIADA HENTI”  yang dilakukan untuk semakin meningkatkan kinerja pemerintahan yang pada muaranya adalah meningkatkan kesejahteraaan masyarakat Kota Sawahlunto.  Inovasi yang dilakukan untuk mengurangi ketimpangan pendapatan masyarakatnya. Inovasi yang juga mendapat apresiasi dari Kemendagri dengan terpilihnya Kota Sawahlunto terbaik 7  dalam penghargaan pemerintah daerah Inovatif  dalam penghargaan “Innovatife Government Award” / IGA Award  pada tahun 2017 lalu.

Inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Sawahlunto ini antara lain 'Just Not Green'. Maksud dari inovasi ini adalah memanfaatkan kawasan bekas tambang yang tidak produktif menjadi kawasan wisata yang nyaman untuk dikunjungi. Tujuannya adalah meningkatkan dan menciptakan konsep perekonomian baru bagi Kota Sawahlunto pasca-tambang.

Tidak hanya sekadar hijau, salah satu inovasi Kota Sawahlunto adalah mengubah lahan bekas tambang batu bara menjadi berbagai macam objek wisata. Objek wisata ini antara lain Taman Satwa Kandi, Arena Road Race permanen, Arena Pacuan Kuda, Area Camping Ground, Taman Buah Kandi, Taman Hutan Kota. Dengan lahan 363,4 Ha, area yang selama ini menjadi  bekas tambang disulap menjadi objek wisata yang dapat mengundang wisatawan untuk berkunjung ke areal bekas tambang ini.

Inovasi lain ialah Upaya Layanan Terpadu Satu Pintu Ramah Anak atau yang dikenal dengan nama ULAT  SUTRA. Dilatarbelakangi dengan masih adanya angka kematian bayi (AKB), ruang Laktasi yanga  belum tersedia , dan belum semua anak terpenuhi hak atas kesehatannya maka dibuatlah inovasi ULAT  SUTRA ini. Inovasi ini dilaksanakan oleh Puskesmas Silungkang. Puskesmas ini ingin  memberikan pelayanan  terbaik kepada anak karena Kota Sawahlunto telah menjadi Kota layak Anak tingkat Madya. Dengan adanya inovasi ini semakin meningkatnya jumlah ibu hamil resiko tinggi yang terdeteksi, membaiknya indikator status kesehatan ibu dan anak  di Kecamatan Silungkang dan  terbangunnya komunikasi yang baik antar Puskesmas Silungkang dengan lintas sektor masyarakat. Dengan inovasi ini Puskesmas Silungkang mendapatkan prestasi menjadi Puskesmas Ramah Anak Terbaik Tingkat Nasional dari Menteri PPA yaitu Ibu Yohana Yembise pada tahun 2017 di Pekanbaru, Riau.

Sawah Lunto juga mempunyai program bernama Kampung Produktif untuk mengatasi ketimpangan pendapatan yang ada. Kegiatan ini pada awalnya atas inisiatif kepala daerah yang ingin meluncurkan Kampung Produktif yang ada di Kota Sawahlunto. Satu Desa akan di keroyok oleh beberapa OPD untuk melaksanakan program yang bisa dilaksanakan di desa tersebut sesuai dengan potensi desa/kelurahan itu. Hingga saat ini telah diluncurkan tujuh desa produktif yang telah dilaksanakan sejak tahun 2014. Dengan adanya Kampung Produktif maka akan meningkatkan produktivitas masyarakat desa. Pendapatan tidak hanya untuk daerah perkotaan saja akan tetapi juga merata untuk tingkat perdesaan.

Tak hanya terkait kesehatan dan kependudukan, inovasi di Sawahlunto turut terkait pariwisata salah satunya Sawahlunto Internasional Songket Carnival atau SISCa. Kegiatan yang dimulai tahun 2015 ini pada awalnya untuk memasarkan produk yang telah dibuat oleh pengrajin songket. Kegiatan ini mendapatkan Rekor MURI pada tahun 2015 yaitu pemakaian songket terbanyak pada saat yang bersamaan.  

Dengan adanya SISCa ini juga memotivasi untuk masyarakat belajar menenun songket. Hal ini ditandai dengan adanya penambahan jumlah pengrajin. Pada tahun 2014  jumlah pengrajin songket sebanyak  738 orang  dan bertambah  pada tahun 2017  menjadi  837 orang. Dengan adanya kegiatan ini masyarakat yang pandai menenun biasanya hanya di kawasan  Kecamatan Silungkang, akan tetapi telah dari 3 kecamatan lainnya telah  ikut melakukan penenunan songket sehingga pendapatan masyarakat semakin merata.. Alhasil, SISCa dapat mengurangi kesenjangan yang ada di Kota Sawahlunto.

Pada tahun 2015, songket Silungkang telah dipamerkan dalam ajang New York Couture Fashion Week. Bahkan ada tahun  2017 SISCa  ini mendapat apresiasi dari Anugerah Pesona Indonesia  yaitu  juara 2 pada kategori  Festival Pariwisata Populer. 

 Sementara di bidang kependudukan, Sawahlunto mempunyai inovasi bernama 'DAFA AKU OKE'. Istilah ini merupakan kepanjangan dari “Data dan Fakta Akta Kelahiran Aku OK”. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh belum terintegrasinya data akte kelahiran anak ini dalam SIAK Oline. Selain itu masih belum konsistennya antara satu data dengan data lainnya. Dengan adanya pelayanan keliling langsung kepada masyarakat  di kantor desa yang rendah tingkat kepemilikan akta kelahirannya makasemakin memudahkan masyarakat dalam memiliki akta kelahiran.

Selain itu inovasi yang dilaksanakan adalah YANJEBOL atau “ Layanan Jemput Bola”. Program kependudukan ini beruapa layanan jemput bola kepada masyarakat yang baru melahirkan dengan bekerjasama dengan bidan Mandiri. Maka, orang tua tidak perlu datang lagi ke Dinas Dukcapil tapi bisa mengambil di bidan mandiri tempat si Ibu melahirkan. Inovasi lainnya adalah inovasi pemberian penghargaan kepada kecamatan yang pencapaian kepemilikan akta kelahiran penduduk usia 0–18 tahun di atas target nasional.

Dengan adanya DAFA AKU OK dan YANJEBOL ini kepemilikan akta kelahiran untuk penduduk di Kota Sawahlunto hampir mencapai 100 % yaitu 95,5 % pada tahun 2017. Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari pemerintah pusat melalui  penghargaan atas  komitmen dan keberhasilannya dalam penyelenggaraan pelayanan  pencatatan kelahiran sehingga Kota Sawahlunto berhasil mencapai target nasional lebih cepat dari batas waktu yang telah ditentukan.

Dengan adanya”Inovasi Tiada Henti”, Kota Sawahlunto  dapat mengurangi kesenjangan pendapatan dan semakin meningkatkan Kesejateraan Kota Sawahlunto sehingga dapat mencapai visinya  yaitu  terwujudnya masyarakat Kota Sawahlunto yang produktif,mandiri,religius,sejahtera dan pemerintahan yang melayani.**


Komentar
  • Generic placeholder image
    Poppy juwita - 26 May 2018 8:39
    Semoga masyarakat Sawahlunto semakin sejahtera dengan adanya inovasi tiada henti
  • Generic placeholder image
    Silvia Eka Rahman - 26 May 2018 8:39
    Semoga sawahlunto semakin maju dan berkembang sebagai kota wisata tambang
  • Generic placeholder image
    Mulyadi - 26 May 2018 9:44
    Mantap, ditunggu artikel selanjutnya.
  • Generic placeholder image
    Delmira Syafrini - 26 May 2018 11:47
    Tulisan yang Sangat Informatif Yang memperlihatkan Bagaimana inovasi dan kreatifitas suatu kota pertambangan yang pernah berjaya, kemudian mengalami kemerosotan namun mampu bangkit kembali dengan mengubah arah perbangunan kota kesektor pariwisata tanpa melupakan sejarah kejayaan masa lalu. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi keberlanjutan pembangunan di Indonesia pada umumnya dan khususnya untuk Kota Sawahlunto. Jaya selalu kota Sawahlunto, teruslah berinovasi tanpa henti.
  • Generic placeholder image
    Delmira Syafrini - 26 May 2018 12:10
    Tulisan yang sangat informatif dan bermanfaat bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia ke depannya. Kota Sawahlunto bisa menjadi model pengembangan kota bekas pertambangan yang telah kehilangan produktifitasnya, menjadi tempat yang kembali dikunjungi melalui agenda pariwisata. Maju kedepan dalam membangun kota, sesuai tuntutan globalisasi namun tanpa melupakan memori dan sejarah kejayaan masa lalu. Jaya selalu untuk Kota Sawahlunto, teruslah berinovasi tanpa henti.
  • Generic placeholder image
    Dwi Korviyos,SKM,MM - 28 May 2018 8:32
    Sangat inspiratif, ditunggu artikel berikutnya
  • Generic placeholder image
    Luciana - 28 May 2018 10:52
    Beberapa kali ke sawahlunto, kota ini semakin maju, terutama pariwisatanya. Semoga kedepan semakin berkembang
  • Generic placeholder image
    ERNI SYAFRIYANTI - 28 May 2018 11:28
    Semoga dengan ini masyarakat sawahlunto mendapatkan taraf kehidupan yang lebih baik dan peningkatan income masyarakat
  • Generic placeholder image
    Rivani Widhanti - 28 May 2018 16:24
    Artikelnya sangat inspiratif dan memberikan informasi bagaimana sawahlunto. Semoga makin maju sawahlunto, ditunggj artikel selanjutnya
  • Generic placeholder image
    Geni Oktavianus - 30 May 2018 9:10
    Mantap ibuk hidayah... Tulisan yang sangat bermanfaat untuk kemajuan pembangunan di Kota Sawahlunto.. Ditunggu tulisan dan pemikiran berikutnyq...
  • Generic placeholder image
    RIAN ANDRIYANTO - 31 May 2018 13:30
    semoga terus berlanjut pengembangan objek wisata kota SWL, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota SWL, apresiasi patut kita berika kepada kepala daerah beserta jajaran ASN nya sebagai pelaksana roda pemerintahan.
  • Generic placeholder image
    Suhartono - 6 Jun 2018 7:12
    Kreatif dan inovatif....
  • Generic placeholder image
    Olga Gita Tartila - 6 Jun 2018 9:02
    Semoga ada inovasi terbaru lagi untuk perkembangan Kota Sawahlunto kedepannya. Mantap buk hidayah, ditunggu artikel berikutnya
  • Generic placeholder image
    Rahmadani Umamah - 7 Jun 2018 7:54
    #program sapu bersih kemiskinan" dan "inovasi tanpa henti" ...sangat mengispirasi ,salut dengan kota sawahlunto,bersyukur memiliki pemimpin yang mampu mengangkat permasalahan masyarakat menjadi prestasi kemajuan,,terimakasih kak hidayah tulisannya membuka fikiran dan memancing ide untuk setiap yang membacanya,seperti saya.insha allah menjadi program untuk lembaga kami yang sedang dirintis. Seperti inilah hendaknya tulisan,penulis yang berbakat mampu membuka ide pembaca untuk mengikuti pengalaman dari tulisannya
  • Generic placeholder image
    sarita ishak - 7 Jun 2018 10:07
    Sawah Lunto. Kota yang dihuni oleh orang-orang hebat. yang mampu membangun merubah Visi membangun.. ide ide yang sangat perfect....
  • Generic placeholder image
    rika riyanty - 7 Jun 2018 10:09
    Artikel yang sangat inspiratif. Semoga Sawahlunto semakin berkembang
  • Generic placeholder image
    Yofi aldiana - 7 Jun 2018 10:32
    Semoga bisa jadi inspirasi
  • Generic placeholder image
    Febrina anggraini - 7 Jun 2018 11:47
    maju terus, semoga bisa dicontoh
  • Generic placeholder image
    Efri marliza - 10 Jun 2018 12:30
    Semoga makin sukses sawahlunto dan seluruh inovasinya akan makin meningkatkan kesejahteraan rakyat
  • Success!
    Failed!