Road to IDF 2019: Capai Rp69,59 trilun, Ini Langkah Batam Memikat Investasi

February 19, 2019

Letaknya yang berada di jalur pelayaran internasional menyebabkan Batam tumbuh menjadi kota investasi dan perdagangan. Penanaman modal tak hanya dilakukan oleh investor tanah air tetapi juga dari mancanegara sepeti Tiongkok, India, Malaysia, Korea Selatan, Hongkong, Afrika Selatan, Bangladesh dan Belanda. Industri baru tumbuh seiring masuknya aliran investasi.

Dikutip dari laman Bisnis.com, nilai investasi Kepri –yang sebagian besar ada di Batam-- pada tahun 2018 diperkirakan mencapai Rp69,59 trilun atau tumbuh 8,63 persen dibanding tahun 2017. Melambungnya investasi ini salah satunya berkat kemudahan izin melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) yang berada di Gedung Sumatera Convention Center.

“Pelayanan di MPP menyatukan semua, persoalan-persoalan investor pun dapat terselesaikan dengan mudah,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno saat berkunjung ke MPP Batam, pertengahan April tahun lalu, seperti yang dikutip dari Beritasatu.com.

Berdiri sejak November 2017, MPP mampu melayani sekitar 1.000 pengunjung setiap hari. MPP menyediakan 433 jenis pelayanan publik, mulai dari layanan kepolisian, perbankan, pertanahan, pajak, imigrasi, urusan pernikahan, pelayanan perizinan, serta berbagai pelayanan dasar.

Terobosan pelayanan publik  di MPP sudah terintegrasi dan berbasis teknologi seperti pembayaran non-tunai sehingga lebih transparan dan menghemat waktu. Kemudahan izin investasi dan usaha ini mendorong usaha mikro kecil dan menengah di Batam tumbuh menjamur. Data dari Badan Pusat Statistik menyebutkan jumlah UMKM menembus angka 75 ribu. Beberapa UMKM baru ini muncul dengan basis wisata.

“UMKM mampu menyentuh lapisan masyarakat paling bawah menjadi kekuatan untuk menggerakan ekonomi kerakyatan,” kata Anggota 5 Deputi Bidang Pelayanan Umum Badan Pengusaha Batam, Bambang Purwanto seperti dilansir dari Batampos .co.id pertengahan Oktober 2018.

BP Batam tengah membina UMKM di bidang kreatif dan yang menyokong bisnis pariwisata di Kepulauan Riau. Contohnya dengan pengembangan perkampungan batik, suvenir khas Batam, kuliner khas Batam, sanggar seni, budaya lokal, religi, sejarah, wisata bahari, dan pemberdayaan kampung nelayan.

Mal Pelayanan Publik dan sinergi Pemerintah Batam dengan pengusaha menjadi salah satu contoh praktik baik dari memperbaiki iklim investasi dan meningkatkan kemudahan berusaha. Inilah salah satu alasan penyelenggaraan Road to Indonesia Development Forum 2019 digelar di Kota Batam pada 21 Februari 2019.

Kembangkan Industri 4.0, Perkuat Pendidikan Vokasi

Teknologi digital dan masuknya investor asing mendorong Kota Batam, Kepulauan Riau, beralih ke industri 4.0. Ciri dari era industri ini adalah basis pengoperasian mesin dari jarak jauh dengan menggunakan fasilitas Internet of Things (IoT), robotik, hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

“Karena itu perlu menyiapkan tenaga kerja yang terampil dengan perubahan fundamental pada pendidikan dan pelatihan vokasi,” kata Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing, seperti yang dikutip dari Batampos.co.id awal Februari 2019.

Menyiapkan tenaga terampil, HKI Kepri yang terdiri dari 119 perusahaan manufaktur, telah melakukan perjanjian kerja sama dengan 31 Sekolah Menengah Kejuruan. Kerjasama tak hanya untuk membangun pendidikan kejuruan berbasis kompetensi industri, restrukturisasi program keahlian dan kurikulum pada satuan pendidikan sesuai dengan kebutuhan industri, serta juga pembangunan infrastruktur kompetensi bidang industri.

Contoh kerja sama perbaikan pendidikan vokasi seperti yang dilakukan SMK Negeri 1 Batam dengan PT Schneider Electric Indonesia dan PT Epcos Indonesia. Kemudian SMK Negeri 6 Batam dengan PT Citra Tubindo serta sekolah lainnya yang mempunyai kerja sama serupa.

“Target ke depan bukan hanya Batam, tetapi juga seluruh Kepri,” harapannya.

Selain melalui institusi sekolah, penguatan pendidikan vokasi juga dilakukan lewat workshop dan pelatihan kerja. Misalnya seperti yang dilakukan oleh Inifinite Studios Batam, perusahaan kreatif ini sudah gencar mendidik tenaga kerja yang berbakat sebagai animator sejak 2016.

Studio animasi yang pernah berkolaborasi dengan industri film Hollywood ini bahkan bersedia berbagi ilmu dengan talenta dari luar Batam tak terbatas umur. Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh peningkatan kebutuhan animator yang berkualitas. Para animator tidak hanya dibutuhkan oleh Infinite Studio, tetapi juga studio-studio lain yang ada di Indonesia dan luar negeri.

“Kami sering membuat sekolah animasi gratis kepada masyarakat,” kata Public Relation Infinite Studios Batam, Bella, kepada Tribun Batam, awal April 2018.

Partisipasi industri terhadap  perbaikan pendidikan vokasi memang diharapkan oleh pemerintah untuk membuka peluang kerja masa depan. Menteri Perencaanaan Pembangunan Nasional / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah fokus dalam meningkatkan sistem pendidikan vokasi guna menciptakan tenaga kerja yang produktif dan berkualitas.

“Kemajuan pendidikan vokasi tak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi perlu melibatkan dunia kerja,” kata Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat meluncurkan Indonesia Development Forum 2019 di Kantor Bappenas, 29 Januari 2019.

IDF 2019 yang digelar oleh Bappenas ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah Australia melalui Knowledge Sector Inititative. IDF 2019 mengambil tema “Mission Possible: Memanfaatkan Peluang Pekerjaan Masa Depan untuk Mendorong Pertumbuhan Inklusif”. Sejak pertama kali diadakan pada 2017, IDF mendorong solusi pembangunan ekonomi dan pertumbuhan inklusif dengan mengedepankan kebijakan berbasis riset dan praktik baik. **