Teknologi Digital Atasi Kesenjangan di Indonesia

July 10, 2018

Pembicara di sesi diskusi Inspire III dengan tajuk "Memanfaatkan Potensi Ekonomi Digital Untuk Mendorong Pembangunan Daerah”, Indonesia Development Forum 2018, Selasa, 10 Juli 2018. 

Jakarta 10 Juli 2018-Perkembangan teknologi digital mempunyai dampak positif bila dimanfaatkan dengan baik. Ekonom senior Mari Elka Pangestu mengatakan teknologi digital ini tak hanya meningkatkan perekonomian tetapi juga memberikan akses informasi, kemudahan layanan keuangan, berpromosi, hingga, mendapatkan pekerjaan.

"Meski kita terkoneksi dengan internet, ternyata penggunaanya lebih banyak untuk media sosial daripada untuk bisnis. Walau jumlah penggunaan internet untuk bisnis masih rendah, namun potensinya luar biasa," kata Mari saat di diskusi Inspire III dengan tajuk "Memanfaatkan Potensi Ekonomi Digital Untuk Mendorong Pembangunan Daerah”, Indonesia Development Forum 2018, Selasa, 10 Juli 2018. 

Mari mencermati daerah Indonesia timur masih belum terkoneksi dengan internet di bandingkan wilayah Jawa. Mengatasi ini, menurut Mari, perlu inovasi untuk menjangkau area pelosok dengan teknologi tertentu seperti penggunaan balon internet, drone, atau lain sebagainya. 

Tantangan lain ialah tidak efisiensinya e-commerce sehingga barang lama sampai di rumah konsumen, dan terkait kapasitas pengguna yang perlu ditingkatkan. Solusinya, Mari menyarankan semua pihak bekerja sama terkait pembangunan infrastruktur digital, kesediaan logistik seperti perangkat teknologi dan murahnya tarif internet, pelatihan bagi pengusaha online, serta kemudahaan mengakses permodalan. 

"Mengatasi ini, kuncinya ada di kolaborasi, melibatkan pemerintah, swasta, dan berbagai pihak," ujar Mari. 

Dia juga menyarankan  pemerintah untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan ekonomi digital. Pemerintah perlu mengeluarkan regulasi yang memberikan perlindungan bagi kreativitas masyarakat lokal tetapi di sisi lain juga harus mengembangkan ekonomi digital agar bisa bersaing dengan negara lain. 

Founder Common Room Networks Foundation Gustaff Hariman Iskandar mengatakan perbaikan di sektor teknologi dan ekonomi digital mampu mengatasi kesenjangan antara kota dan pelosok daerah. Dia mencontohkan masyarakat adat Ciptagelar, Gunung Halimun, Sukabumi, yang dapat mengakses informasi baru terkait teknologi pertanian melalui internet. Mereka belajar  siklus pertanian dari internet sehingga bisa menentukan waktu tanam yang selaras dengan alam.

"Hasilnya, ketika pertanian daerah lain terkena dampak el nino,  hasil pertanian di Ciptagelar malah meningkat," ujarnya.  

Penggunaan teknologi digital untuk mengatasi kesenjangan nyatanya tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di Australia. Julie-Ann Lambourne, pendiri perusahaan digital enVizion ini  berjasa memperkenalkan teknologi ke penduduk lokal di Pulau Selat Torres, Australia. 

EnVizion memberikan kelas gratis untuk memperkenalkan literasi digital dan setelahnya membantu perkembangan bisnis dan kewiraswastaan. Setelah individu mendapat pelajaran mengenai literasi digital, kata Julie, mereka bisa mengembangkannya sebagai peluang bisnis dan menjual produknya secara online. 

Solusi memanfatkan potensi ekonomi digital untuk mendorong pembangunan daerah merupakan salah satu sub-tema di Indonesia Development Forum 2018.  Forum ini digagas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Pemerintah Australia melalui Knowledge Sector Initiative. IDF 2018 kali ini mempunyai tema besar “Terobosan untuk Mengatasi Ketimpangan antar-Wilayah di Seluruh Nusantara”.

IDF 2018 mendorong percepatan pembangunan di Indonesia yang lebih merata dan berkelanjutan, berbasiskan ilmu pengathuan, pengalaman, dan fakta. Hasilnya, akan digunakan untuk bahan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2020-2024.**