Hijau Pembangunan Atasi Kesenjangan

May 14, 2018

Para pemangku kepentingan menghadiri Lingkar Temu Kabupaten Lestari untuk membahas mengenai pembangunan berkelanjutan, Selasa, 8 April 2018.

Masyarakat Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sedang bersemangat menata hutan dan lahan kembali. Maklum, Bupati Sigi Mohamad Irwan Lapatta telah memasukkan Reforma Agraria ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah sehingga masyarakat aktif melakukan pemeaan partisipatif. Bayangkan, 125 dari total 176 desa  di Sigi bergerak bersama melengkapi persyaratan untuk Tanah Objek Reforma Agraria maupun perhutanan sosial yang terdiri dari hutan desa, hutan kemasyarakatan, hutan tanaman rakyat, hutan rakyat, hutan adat, dan kemitraan hutan.

Wilayah Sigi memang beda dengan kabupaten lain. Bila daerah lain banyak pemukiman, Kepala Bidang Penataan dan Penaatan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Sigi Dwi Darma Yudha mengatakan hampir 75 persen wilayahnya adalah hutan. Wilayah hutan ini terdiri dari berbagai fungsi seperti kawasan konservasi, danau lindung, hutan lindung, kawasan industri terbatas, hingga hutan produksi. Bahkan, kawasan ini menghasilkan aliran sungai yang menjadi DAS di kabupaten/kota lain di Sulawesi Tengah termasuk Palu.

“Bahkan 25-26 persen wilayah hutan dimanfatkan oleh masyarakat,” kata Dwi ketika mengisi acara Diskusi Lingkar Temu dengan tema “#BebasDisparitas: Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Pembangunan Berkelanjutan Demi Kabupaten Lestari”, Selasa, 8 Mei 2018.

Dwi mengatakan kondisi berhutan dan bergunung inilah yang menjadikan Sigi bertekad mengatasi masalah kemiskinan dan kesenjangan sembari menjaga kelestarian hutan lewat program Sigi Hijau dan Sigi Magasena. Tujuannya pembangunan berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya alam secara lestari dan memberdayakan masyarakat di sekitar hutan.

Pembangunan berkelanjutan memang menjadi solusi bagi daerah yang ingin mengatasi kesenjangan tanpa menimbulkan bencana. Staf Perencanaan Direktorat Otonomi Daerah Kementerian Perencanaan Pembangunan, Taufik Hidayat Putra, mengatakan pembangunan berkelanjutan membutuhkan kerja kolektif yang melibatkan seluruh pemerintahan dari pusat hingga daerah.

“Karena itu, Pemda diharapkan ikut membuat rencana aksi daerah kemudian diintegrasikan ke RPJMD sehingga masuk APBD,” kata Taufik.

Pembangunan berkelanjutan yang dibahas di Lingkar Temu ini merupakan rangkaian awal menuju Indonesia Development Forum 2018 yang digagas oleh Bappenas dan didukung oleh Pemerintah Australia melalui Knowledge Sector Initiative bermitra dengan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL). Forum yang bakal digelar 10-11 Juli ini bermaksud untuk menggali peluang dan tantangan dalam tata kelola pemerintahan berbasis pembangunan berkelanjutan.

Peneliti Madya Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Joko Tri Haryanto, mengatakan kesuksesan pembangunan berkelanjutan daerah dipengaruhi oleh tiga aspek. Ketiganya yaitu komitmen politik bupati atau kepala daerah, birokrasi yang mumpuni, dan masyarakat madani yang terlibat dalam pembangunan.

“Namun perlu diingat, setiap kabupaten mempunyai tantangan yang berbeda,” kata Joko.

Dia menyarankan pemerintah daerah melihat prioritas saat menyusun rencana pembangunan berkelanjutan. Kerja multipihak menjadi penting sehingga memerlukan keterlibatan sektor swasta dalam pelaksanaan pembangunan hijau nan lestari.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menambahkan pembangunan berkelanjutan ini bisa mengatasi kesenjangan wilayah. Menurut dia, saat melakukan pembangunan berkelanjutan berarti, wilayah-wilayah akan terus mendorong pelestarian lingkungan seraya memperhatikan ekonomi  dalam masyarakatnya terutama masalah kemiskinan. Pembangunan lestari akan disesuaikan kearifan lokal yang berada pada masyarakat setempat sehingga mereka terlibat.

“Kalau ini dilakukan seluruh daerah maka kesenjangan itu akan teratasi. Karena yang menjadi problem saat ini adalah kesenjangan antar-manusia di situ dan kesenjangan antar-wilayah,” ujar Nelson yang juga mantan rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo ini.
***